Meskipunberhasil menghancurkan papan di ketinggian 2 meter yang dibawa oleh rekannya itu dengan tendangan, namun sayangnya pengantin pria itu harus terbanting ke lantai pelaminan dengan posisi tangan mendarat terlebih dahulu. Sehingga, ia tampak kesakitan lantaran tangannya harus menahan berat badannya. Instagram/dagelanviral ©2022 Merdeka.com
Terlihatdi atas pelaminan seorang ibu tengah mengatur posisi pemotretan. Di samping kiri kanan kursi pengantin tampak kedua orang tua calon pengantin wanita dan pria. Baca Juga : Viral Aksi Terpuji Pria Lompat ke Laut demi Selamatkan Kucing Kesal, Pria Ini Pecahkan Kaca Fortuner yang Parkir Sembarangan
Seorangpengantin pria yang melakukan salto di hari pernikahannya berakhir apes. Ia diduga merupakan pemain taekwondo dan berniat memamerkan jurus yang dikuasainya. Sang pengantin terbanting ke lantai pelaminan dengan posisi yang menyakitkan. Bagaimana tidak, tangannya mendarat terlebih dahulu dan harus menanggung beban tubuhnya.
Bhabinkamtibmasasal Desa Randugong, Pasuruan Aipda Harid Kurniawan menyuruh Solihudin, seorang mempelai pria push up di atas pelaminan. Bhabinkamtibmas asal Desa Randugong, Pasuruan Aipda Harid Kurniawan menyuruh Solihudin, seorang mempelai pria push up di atas pelaminan. Harid mengatakan, hukuman itu diberikan karena Solihudin tidak mengenaka masker saat resepsi pernikahan."Saya hanya ingin
Peristiwaitu pun disaksikan langsung sang mempelai wanita, Dian Masitha yang sebelumnya duduk berdua di atas kursi pelaminan. Usai push up pengantin pria tampak kelelahan. Pasalnya, Solehuudin berdiri agak sempoyongan. Namun, setelah itu petugas polisi tersebut memberikannya masker untuk dikenakan selama acara guna mencegah penyebaran virus corona.
SosokID - Ada yang berbeda di pernikahan yang viral pada 2019 silam ini. Mempelai pria tak terlihat batang hidungnya di hari pernikahannya sendiri. Posisinya di pelaminan pun digantikan oleh sang ayah mertua yang tak kuasa menahan tangis. Lantas ada apa gerangan dengan pernikahan tersebut?
Kisahharu terjadi di sebuah pernikahan, saat orang tua mempelai wanita menggantikan posisi pengantin Pria. Kisah haru terjadi di sebuah pernikahan, saat orang tua mempelai wanita menggantikan posisi pengantin Pria. Jumat, 15 Oktober 2021; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com;
Sebuah postingan di Tiktok mencuri perhatian khalayak lantaran menampilkan aksi tak biasa yang ditunjukkan pengantin pria saat resepsi pernikahan. Bukannya duduk manis di pelaminan, pengantin itu malah sibuk sendiri. Aksinya viral setelah dibagikan oleh kreator Tiktok @shofiatatarias_.
TRIBUNWOWCOM - Viral kisah calon pengantin perempuan harus duduk di pelaminan tanpa mempelai pria. Dilansir Tribunnews.com, peristiwa itu terjadi di Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Diketahui, sang mempelai pria ternyata kabur menjelang ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA) pada Minggu (8/5/2022).
Sebuah foto dan video polisi hukum pengantin pria di pelam. BREAKING: Polres Dumai Tangkap Empat Perampok Bersenjata Yang Sempat Sandera Warga. Serem, Ribuan Burung Pemangsa dari Bumi Utara Terbang Melintasi Indonesia Polisi hukum pengantin pria di pelaminan. Repro.
G2VYMoJ. - Foto bersama pengantin merupakan agenda yang wajib dilakukan saat kondangan. Apalagi di era seperti sekarang yang serba digital dan berbasis update-an media sosial. Salah satu yang melakukan agenda wajib ini adalah pemilik akun TikTok miloveme. Wanita bernama Kamila itu asyik mengabadikan momen bersama mempelai pengantin saat kondangan belum lama ini. Sekilas tidak ada yang aneh dengan foto Kamila bersama teman-temannya di pelaminan. Tapi saat diperhatikan, Kamila menemukan sesuatu yang menarik dalam potret kondangannya tersebut. Rupanya salah satu teman Kamila secara tidak sadar menggandeng pengantin pria dalam foto tersebut. Hal ini pun mencuri perhatian Kamila dan kemudian menjadikannya konten TikTok. Baca Juga Flashback Saat Karir Putri Ariani yang Sudah di Ujung Tanduk Diselamatkan Beby Romeo, Netizen Mata Hatinya Peka "Next time kalo kondangan bawa cowokmu ya bund emoji tertawa yulianafidia," begitu bunyi caption yang ditulis Kamila untuk mengiringi video TikToknya. Video tersebut akhirnya viral dan berhasil ditonton lebih dari 1 juta kali dalam waktu dua hari. Hingga hari ini, Minggu 28/2/2021, ribuan komentar diberikan warganet untuk video tersebut. Foto Bareng Pengantin, Posisi Tangan Wanita Ini Bikin Publik Terheran-Heran. TikTok/milovmeJelas warganet menyoroti posisi tangan teman Kamila. Mereka seolah tidak habis pikir melihat aksi wanita cantik itu menggandeng pengantin pria saat sedang foto bersama. Terlebih lagi, wajah wanita itu terlihat sangat bahagia. "Jadinya seperti poligami ya," celetuk warganet saat melihat posisi tangan wanita ini. "Batin lakinya serasa punya bini 2 nih gue emoji tertawa," tutur yang lain. Baca Juga Ari Wibowo Ajukan Perubahan Gugatan, Dari Hak Asuh Anak Hingga Tegaskan Harta Miliknya Tidak Boleh Diutak-atik! "Mukaanyaa santai sekali gandeng suami orang," goda warganet lain. "Mungkin udah kebiasaan kalo foto harus gandeng orang," tebak warganet. "Tapi yakin sii, pasti yang cewenya nggak sadar tuu gandeng suami orang," pungkas yang lain. Sementara itu, Kamila menuliskan keterangan singkat tentang foto tersebut di kolom komentar. Ia menegaskan kalau temannya memang tidak sadar saat menggandeng tangan si mempelai pria saat foto bersama. "FYI temenku reflek dan gak sadar guys, jadi jangan dibully ya. Ngakak aja gak papa karena niatku juga cuma buat hiburan doang. Aku juga gak kuat ngakak sendirian soalnya," tegas Kamila dalam kolom komentar.
Bukan Sekedar Iring-iringan! Ini Tujuan dan Makna Sinduran Dalam Pernikahan Adat Jawa By Debrina Agnes 02 Jun 2022 Viewers 4051 Bagi pasangan yang hendak menikah dengan adat Jawa, banyak hal yang harus dipahami selama menjalani tiap prosesinya termasuk memahami makna sinduran. Pasalnya, sinduran sendiri merupakan salah satu bagian tak terpisahkan dari adat Jawa, yang tak kalah penting dari prosesi lainnya dalam upacara panggih. Seperti yang kita tahu, pernikahan adat Jawa begitu sarat akan arti. Begitupun dengan upacara yang satu ini. Sehingga, bukankah lebih baik bila kamu memperdalam pengetahuan dan mengetahui maksud dan tujuannya, agar bisa menjalankannya dengan baik. Termasuk memahami tujuan dan makna sinduran itu Sinduran Adat Jawa? Jawabannya, ya! Sinduran adalah adat Jawa dan sinduran merupakan salah satu hal yang tak terpisahkan dari upacara panggih. Hanya saja, sinduran bukanlah hal yang familiar untuk semua macam suku Jawa. Sinduran ini lazimnya hanya dilakukan oleh keluarga-keluarga mempelai yang berasal dari Solo atau Surakarta. Akan tetapi, bisa dibilang bahwa keluarga-keluarga Jawa lainnya di sekitar Jawa Tengah juga memiliki kemungkinan akan melakukan sinduran. Hanya saja, bila keluarga kamu berasal dari daerah lainnya seperti Jogja, Jawa Timur, atau daerah Pekalongan, biasanya mereka tidak mengenal sinduran, karena sebuah prosesi lainnya dengan makna yang sama akan dilakukan. Jika istilah sinduran dikenal luas di Solo dan Surakarta, maka beda halnya dengan Yogyakarta, dimana istilah kanten asto atau pondhongan lebih umum digunakan. Dalam pelaksanaanya pun terdapat sedikit perbedaan. Berikut perbedaannyaSinduran Solo dan Surakarta dalam ritual sinduran, kedua pengantin akan berjalan berdampingan menuju pelaminan dengan posisi mempelai wanita berada di sebelah kiri dan mempelai pria di sebelah kanan. Sementara itu sang ayah pengantin wanita membimbingnya dari depan. Kedua mempelai berjalan seraya saling mengaitkan jari kelingking dan memegang keris pusaka yang diselipkan di belakang sang ayah secara bersama-sama. Sementara itu, sang ibu mempelai wanita merangkul dan menyelimuti mempelai pengantin dengan kain sindur tepat di belakang keduanya. Kain inilah yang menjadi ciri khas dalam ritual di Solo atau Surakarta yang juga menjadi asal nama tradisi ini. Kain sindur merupakan sejenis kain rimong’ yang mempunyai ciri berwarna merah dengan tepi berwarna putih. Di barisan belakang, keluarga dari mempelai wanita ikut pula menjadi asto Yogyakarta sedikit berbeda dengan adat Solo, ritual di Yogyakarta tidak memakai kain sindur. Formasi iring-iringan kanten asto sama seperti dalam upacara sinduran Solo. Jadi, sang ibu mempelai wanita ikut berjalan saja di belakang kedua mempelai dengan diikuti kerabat dari mempelai wanita yang sudah menikah yang disebut juga pengombyong pengiring.Pondhongan Bangsawan Yogyakarta istilah ini dipakai pada upacara yang dilaksanakan khusus pada pernikahan putri sultan. Sama dengan kanten asto, ritual pondhongan dilakukan setelah upacara wijikan, tetapi pelaksanaanya sedikit berbeda. Apabila pada kanten asto dan sinduran iring-iringan menuju pelaminan dilakukan dengan berjalan, beda halnya dengan upacara pondhongan, dimana putri sultan akan dipondong digendong oleh mempelai pria dan salah satu pangeran paman dari mempelai putri. Selain sebagai bentuk tanggung jawab suami kepada istri, hal tersebut menandakan bahwa mempelai pria menghargai mempelai wanita sebagai putri sih, Tujuan Sinduran Itu?Selain untuk mempertahankan tradisi, ada macam-macam tujuan sinduran yang dikenal orang-orang. Pertama, untuk keluarga Jawa yang berasal dari Solo, upacara sinduran adalah jembatan setelah indak endhog dan bobot timbang, yang keduanya dilaksanakan sebelum dan setelah sinduran. Sementara itu, bila menanyakan mengenai makna sinduran, tentu saja upacara ini dilakukan sebagai sebuah prosesi serah terima secara simbolis, dari orangtua mempelai wanita, ke mempelai pria. Dengan dilakukannya sinduran, secara simbolis orangtua pengantin wanita sudah merelakan anaknya untuk pergi dari rumah dan menjadi bagian dari keluarga prosesinya bisa cepat atau lama tergantung venue tempat kamu melaksanakannya, bisa dibilang bahwa sinduran merupakan sebuah prosesi yang sangat berarti, terutama bagi orangtua mempelai wanita. Saat kedua orangtua mengapit si pasangan pengantin baru, kamu dan pasangan sejatinya sedang dalam fase sebuah perjalanan sebagai sebuah keluarga baru yang butuh bimbingan dari ayah dan juga dorongan dari Filosofi Sinduran yang Harus Kita Tanamkan Selama Acara?Barangkali kamu belum merasa sangat terikat dengan upacara ini karena merasa asing dengannya. Bisa jadi, kamu tidak familiar dengan budaya Jawa, sehingga belum tahu seberapa pentingnya upacara sinduran. Padahal, banyak filosofi sinduran yang bisa kamu petik sebagai usaha kamu untuk meraih kehidupan pernikahan yang lancar dan minim halangan. Semua unsur dalam upacara sinduran memiliki filosofinya sendiri, yang menarik untuk dari posisi kamu dan pasangan saat melaksanakan prosesi ini. Dalam prosesi sinduran, kamu akan berjalan ke pelaminan atau krobongan, dalam versi yang lebih tradisional dengan diapit oleh orangtuamu. Ayah dari mempelai wanita akan berjalan di depan, sementara ibu dari mempelai wanita akan berjalan di belakang pasangan pengantin baru. Keberadaan ayah di depan melambangkan bahwa dia akan membimbing pasangan baru ini dalam kehidupan mereka selanjutnya, di mana kehidupan baru ini disimbolkan dengan perpindahan pasangan dari titik semula ke pelaminan. Sementara itu, ibu pengantin wanita yang berjalan di belakang memiliki arti bahwa tak peduli masalah apa saja yang akan dihadapi pasangan pengantin baru ini, mereka akan selalu mendapatkan dukungan dari ibu. Tidak hanya itu, kain sindur yang memiliki warna merah dengan aksen putih di sekelilingnya, juga melambangkan kehidupan. Merah adalah warna untuk si pengantin wanita, sementara putih melambangkan pengantin pria. Dari sana, kita bisa memetik makna sinduran bahwa seorang pria akan melindungi istrinya dan filosofi sinduran inilah yang selalu mengungkung kamu dalam perjalananmu menuju dengan Filosofi Bobot Timbang yang Terjadi Setelahnya?Biasanya, sinduran ini dilaksanakan sebagai sebuah rangkaian dari acara pernikahan adat Jawa yang cukup panjang. Namun, sinduran berhubungan dengan upacara indak endhog yang dilaksanakan sebelumnya, kemudian bobot timbang yang dilaksanakan setelah kedua mempelai sampai ke pelaminan dengan kedua orangtuanya. Setelah sinduran, tidakkah kamu penasaran dengan bobot timbang? Apakah makna sinduran dan bobot timbang sama?Tentu saja, tidak! Bobot timbang bisa dikatakan unik dan sedikit membuat malu, karena di acara itu, kedua mempelai akan dipangku oleh ayah pengantin wanita, kemudian ibu pengantin wanita akan bertanya pada beliau dalam Bahasa Jawa, manakah yang lebih berat di antara kedua pengantin ini? Yah, tentunya, ini adalah sebuah pertanyaan retoris karena kita sendiri tahu bahwa hampir mustahil menemukan sepasang pengantin yang bobotnya sama. Namun, ayah dari mempelai wanita akan mengangguk dan menjawab dengan sebuah jawaban standar, bahwa bobot keduanya sama. Hal ini bukan lagi melambangkan bimbingan seorang ayah kepada kedua anaknya, tapi lebih menunjukkan bahwa kasih sayang yang kelak akan dia berikan pada keduanya setara. Setelah menjadi sebuah keluarga baru saat mereka sampai ke pelaminan, ayah mempelai wanita akan menganggap bahwa baik mempelai pria atau wanita adalah kedua anaknya, sehingga dia tidak akan hal ini, terlihat jelas bahwasanya saat sinduran, status kedua orangtua mempelai wanita masih mertua bagi mempelai pria, sementara saat bobot timbang, kedua orangtua sudah menerima si menantu lelaki ke keluarga mereka. Selain itu, saat makna sinduran adalah dukungan bagi keluarga baru tersebut untuk menjalani rumah tangga, bobot timbang memiliki makna bahwa kasih sayang yang didapatkan keduanya tetaplah akhirnya, makna sinduran begitu luas, walau prosesinya hanya dilakukan dalam waktu kurang dari satu jam dan merupakan satu bagian dari rangkaian prosesi pernikahan adat Jawa yang panjang. Namun, bagi seseorang yang kurang familiar dengan budaya Jawa, tentunya hal ini bisa cukup menantang dan mengkhawatirkan. Hanya saja, semua kekhawatiran ini bisa kamu enyahkan, kalau kamu tahu cara untuk menyiasati semua ketakutanmu!Tentunya, bila kamu merasa tidak siap untuk menghadapi semua kerumitan khas pernikahan adat Jawa, kamu bisa mencari vendor yang bisa membantumu untuk menyiapkan segala keperluan dalam pernikahan adat Jawa. Mulai dari event organizer, fotografer, videografer, bahkan sampai pembawa acara, semua ada di WeddingMarket. Bahkan, walau kamu tidak tinggal di kota besar, kami selalu punya vendor yang berada dekat denganmu. Kamu akan lebih merasa terbantu, bukan, jika memiliki seorang profesional di dekatmu yang mudah untuk dikontak, demi mempersiapkan pernikahanmu? Karena itu, jangan takut dan laksanakan pernikahan terbaikmu!Fotografi Arams Pictures via instagram/ikafreeztya
Pengantin viral di media sosial. Foto Dok. TikTok shintabarbiee. Pati - Viral di media sosial penampakan pelaminan yang isinya dua pengantin wanita dengan satu orang pengantin pria sedang melakukan sesi foto. Pernikahan tersebut berbuah asusmi netizen, sang pria dikira seorang pria bersama dua pengantin wanita di pelaminan ini viral setelah diunggah oleh makeup artist Shinta Barbie lewat akun TikTok shintabarbiee. Ia merekam dua orang pengantin wanita yang menggunakan riasan adat Jawa, sedang sesi foto dengan satu orang pengantin pria."Istri2❎Tradisi✅Jadi ini salah satu tradisi sebuah desa di daerah Pati. Jika mempunyai 2 anak perempuan kembang sepasang. Saat adiknya menikah maka si kakak juga ikut di makeup seperti pengantin. Dan kakak beradik ini selisih usia 12 tahun," tulis akun TikTok shintabarbiee. Ada dua pengantin wanita dan stau orang pengantin pria viral di media sosial, dikira nikahi dua orang istri. Foto Dok. TikTok video yang berdurasi 32 detik itu, MUA Shinta menjelaskan jika pengantin pria bukan poligami atau menikah dengan dua orang wanita. Kehadiran dua wanita menjadi pengantin itu faktanya adalah sebuah tradisi. Unggahan Shinta ini pun viral sudah ditonton lebih dari 5,7 juta Views dan mendapatkan beragam komentar, termasuk netizen mengira sang pria poligami."Make up nya recommended banget pangling🥰," puji pengguna TikTok Mom♎️Nayaka_Libra."Saking miripnya, aku pikir itu mereka kembar kakak😁😁😁," ucap akun Etik_Evie."Kirain istrinya dua😅," ngakak akun Ay🌼."Beda 12 tahun? Tapi kok kayak kembar/beda 1-2 tahun ya mirip banget.. MUA nya juga keren makeup nya mantul," kagum Deilala."Kalau kakaknya yang menikah apa adiknya juga ikut dimake up juga?" tanya akun gedepurba."Kaya kembar loh 😳😳 beda 12 tahun ternyata.. hebat make up nya," takjub akun hani sykava.shintabarbiee Membalas nininglaras0105 part 2 jadi ini bukan istri 2 ya guys 😬fyp ♬ Begini Batem Remix - BeginiBatem🦑Konfirmasi WolipopWolipop sudah menghubungi Shinta Barbie, makeup artist yang mengunggah video dua pengantin wanita dengan satu orang pengantin pria di pelaminan. Ia menceritakan kisah di balik video unggahannya."Jadi awalnya si calon pengantin booking untuk acara nikahannya, katanya 'nanti yang dirias ada 2 pengantin kak.' Pikir saya itu pengantin kembar. Ternyata salah, katanya bukan kembar tapi sama kakaknya untuk memenuhi adat desa setempat 'murwokolo kembang sepasang'," ungkap Shinta kepada Wolipop lewat WhatsApp, Minggu 25/9/2022.Shinta mengatakan acara pernikahan di mana ada dua wanita memakai baju pengantin di pelaminan itu digelar pada 21 September 2022 di desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa tengah. Shinta mengaku untuk mencapai lokasi pernikahan tidaklah mudah."Perjalanan menuju Beketel memerlukan waktu hampir dua jam. Perjalanan ekstrem karena daerahnya di pegunungan, melewati hutan-hutan jalan rusak naik turun, sampai lokasi sekitar WIB," pengantin viral di media sosial. Foto Dok. TikTok kembali menegaskan pengantin di video unggahannya bukanlah pasangan poligami. Pengantin tersebut hanya menjalani tradisi "murwokolo kembang sepasang" yang artinya jika mempunyai dua anak perempuan, ketika si adik menikah, maka kakak harus ikut dirias seperti pengantin."Karena pengantin minta adat Solo putri, maka proses makeup sampai ready sekitar tiga jam. Saya merias si adik pengantin-red terlebih dahulu, lanjut merias si kakak dengan model riasan yang sama," mengatakan kakak pengantin wanita yang ikut dirias bak pengantin sebenarnya sudah menikah. Kakak-adik tersebut selisih usianya 12 tahun. Awalnya suami dari kakak pengantin tidak setuju istrinya ikut dirias bak pengantin. Akhirnya sang suami dibujuk untuk ikut tampil menjadi pengantin."Nah jadilah video satu pengantin cowok di apit dua pengantin cewek. Karena terlihat lucu, dikira menikah dengan dua wanita, kita bujuk suami kakaknya dan akhirnya mau dirias juga, akhirnya jadilah dua pasang pengantin," sebut sudah menjadi MUA sekitar tahun. MUA yang berusia 28 tahun itu menegaskan kehadiran dua pengantin wanita di videonya merupakan tradisi di daerah Pati, Jawa Tengah."Jadi tradisi tersebut bagi orangtua yang hanya mempunyai dua anak perempuan. Sengaja saya video saya upload di TikTok untuk mengenalkan tradisi yang terbilang unik tersebut, karena setahu saya di area Pati tradisi tersebut hanya ada di Desa Beketel saja," juga video 'Pemuda Nikahi Dua Gadis Sekaligus di Lampung Utara'[GambasVideo 20detik] gaf/eny